Dijelaskannya, dalam surat tersebut, Kartini mengungkapkan keresahannya terhadap tekanan yang membatasi kebebasan dan pendidikan perempuan. Namun, kesadaran tentang budaya kita yang terpengaruh patriarki sudah berkembang di masa kini.
Melalui pendidikan, kegiatan budaya dan aktivitas lainnya, merupakan upaya masyarakat menghilangkan sedikit demi sedikit patriarki dalam budaya kita. Pendidikan menjadi salah satu senjata penting dalam melawan budaya kita yang terpengaruh patriarki.
Melalui pendidikan yang merata untuk laki-laki maupun perempuan, mereka sama-sama dapat mengembangkan potensi mereka dan pengetahuan tentang sejarah bagaimana unsur patriarki ditanamkan dalam budaya Hindia Belanda.
Zaman sekarang, menyadarkan masyarakat tentang budaya kita yang terpengaruh patriarki juga sudah didukung oleh teknologi. Karena masyarakat harus tahu bahwa budaya patriarki berasal dari budaya barat.













