Di rumah dinas gubernur, kondisi relatif aman. Bangunan itu tampak retak di beberapa bagian, tetapi masih relatif utuh. Di sana, selain Doni Monardo, juga hadir Mensos Rismaharini dan Pangkogabwilhan II, Marsekal Madya TNI Imran Baidirus.
Setelah meminta laporan perkembangan serta situasi terakhir di lapangan, Doni Monardo langsung memberi arahan. Personel BPBD Mamuju diminta mencari lokasi yang representatif dibangun barak pengungsian. Semua pengungsi yang terpencar-pencar, harus segera dikonsentrasikan ke titik-titik pengungsian.
Malam itu juga ketemu 13 lokasi yang bisa dijadikan titik pengungsian. Sebagian bisa menampung hingga ribuan orang, sebagian lain ratusan pengungsi. Ke-13 titik itu tersebar di berbagai daerah di Mamuju.
“Bangun titik pengungsian yang memadai, perhatikan masalah air dan sanitasi. Mereka akan tinggal di tenda pengungsian untuk waktu yang relatif lama, sampai proses rehab-rekon selesai,” ujar Doni.













