Tentu saja masih belum memadai. Akibatnya, ada pengungsi kelaparan karena bantuan logistik yang tidak mencukupi untuk dibagi rata kepada pengungsi yang berjumlah hampir 800 orang. Beruntung, hari kedua bantuan logistik mulai berdatangan.
Di awal-awal, sempat terjadi kegaduhan akibat ulah sekelompok orang yang kurang betanggung jawab. Pernah terjadi kasus pengambilan paksa bantuan logistik dengan mengatasnamakan kepala desa atau kepala dusun. Padahal, untuk kelompok tendanya sendiri. Akibatnya, bantuan tidak merata. Ada tenda yang berlimpah logistik, sementara ada tenda pengungsi yang kekurangan.
Teritori Yudi Rombe yang terkoyak terdiri atas dua kecamatan: Malunda dan Ulumanda. Yudi memanggil Danramil dan Camat, termasuk para kepala desa saat itu juga. Yudi menerapkan peraturan, tidak akan ada bantuan tanpa disertai kebutuhan tertulis dari masing-masing Kades. Pak Camat juga diminta memantau setiap aliran bantuan. “Prinsipnya tidak melayani permintaan yang bersifat pribadi. Saat itu saya menerapkan kebijakan yang agak keras. Tapi tujuannya agar pembagian logistik, merata dan tepat sasaran,” tegas Yudi.













