Tri segera menghubungi nomor telepon itu dan menanyakan keberadaan si anak. Info pun didapat, bahwa anak itu sudah selamat dan saat ini sudah berada di RS Palu untuk mendapat perawatan. Jarak Mamuju ke Palu lebih 400 km, dan jika lewat jalan darat harus ditempuh dalam waktu sekitar 10 jam.
Tri pun melapor ke Doni. “Jadi saya tidak bisa bertemu dia?” Tri spontan menjawab, “Bisa komandan, pakai helikopter!” Dan Doni menutup telepon dengan kalimat, “Ya sudah, pastikan dia baik-baik saja. Itu artinya tidak ada pembiaran terhadap korban.”
Apakah tugas selesai? Oh, belum. Doni memerintahkan Tri Aji untuk menyiapkan stadion bagi penampungan pengungsi. “Tri, siapkan stadion untuk menampung pengungsi yang layak dikunjungi Presiden,” perintah Doni.
Sejak itu, Tri fokus menata Stadion Manakarra menjadi lokasi pengungsian yang representatif dan tertata dengan baik. Manajemen terkelola dengan baik. Tidak saja terbangun tenda-tenda yang memadai, tetapi juga dilengkapi fasilitas kesehatan, dapur umum, serta gudang logistik dan sarana lain.













