BANDUNG, BEDAnews
Gedung Baru DPRD Jawa Barat yang realisasi pembangunannya baru saja selesai dilaksanakan, diproyeksikan sebagai paperless office atau perkantoran tanpa kertas, dimana penggunaan kertas dihilangkan atau sangat berkurang. Hal ini dilakukan dengan mengubah dokumen dan surat-surat lainnya ke dalam bentuk digital.
Demikian dikatakan Sekretaris DPRD Jabar Hj. Ida Hernida, SH., M.Si., usai mendampingi Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, meninjau gedung baru DPRD Jabar jalan Diponegoro Bandung, Rabu (16/1).
“Kita masih dalam 150 hari masa pemeliharaan, dan kita masih harus sempurnakan untuk layak disebut sebagai sebuah kantor. Kita juga saat ini sedang antri untuk lelang pengadaan interior dan mebelair,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan Ida, Gedung DPRD ini tidak bisa dikatakan mewah karena hanya sekitar 4 jutaan permeternya. “Ini sebetulnya termasuk sederhana dan kalau menurut standar ukuran kita, masih dibawah. Untuk ruang pimpinan 125 m, tapi layaklah teu pasedek-sedek teuing seperti pasar malam,” jelasnya.
Sementara tambah Ida, daya tampung ruang sidang paripurna gedung baru ini, mampu menampung lebih besar dari yang lama yang hanya bisa menampung 560 orang, dan sekarang mampu menampung 650. “Kita terbatas dengan ketinggian,” ungkap Ida. (hermanto)











