Ia menjelaskan bahwa, masih terdapat dua isu utama yang perlu mendapat perhatian serius, yakni belum meratanya regulasi P4GN di Kabupaten/Kota serta perlunya peningkatan partisipasi seluruh stakeholder dalam mendukung program P4GN. “Karena itu, BNNP Jawa Tengah mendorong optimalisasi pemanfaatan berbagai sumber pendanaan, baik melalui APBD, dana desa, hibah daerah, maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna memastikan keberlanjutan program P4GN hingga tingkat desa dan kelurahan,” harap Toton.
Toton juga menegaskan bahwa, kegiatan ini terselenggara berkat dukungan anggaran hibah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada BNNP Jawa Tengah. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah Kabupaten/Kota, DPRD, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, serta seluruh stakeholder yang selama ini telah membangun sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program P4GN.













