Rakor tersebut difokuskan pada penguatan regulasi daerah, dukungan pembiayaan program P4GN melalui APBD, dana desa, hibah pemerintah daerah dan sumber pendanaan lainnya yang sah, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang semakin kompleks dan menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H, menyampaikan bahwa, permasalahan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi pembangunan sumber daya manusia dan masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, upaya P4GN harus dilaksanakan secara kolaboratif melalui keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui GASPOL ANANDA BERSINAR, kami ingin membangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama bahwa pencegahan narkoba harus dimulai sejak dini melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Anak-anak harus menjadi prioritas perlindungan kita agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Toton.













