• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Garut dan Tasik Simpan Potensi Yang Belum Tergarap Maksimal

Garut dan Tasik Simpan Potensi Yang Belum Tergarap Maksimal

Asep Budi by Asep Budi
6 Mei 2013
in Tak Berkategori
3
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garut, BEDAnews

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, A Muhajir memandang Kabupaten Garut dan Tasik menyimpan segudang potensi usaha yang belum tergarap maksimal. Karenanya iklim investasi yang kondusif untuk menarik calon-calon investor dalam negeri harus terus ditumbuh kembangkan pemda setempat.

“Kabupaten Garut ini sesungguhnya merupakan tempat yang cocok untuk berinvestasi dalam bidang pertanian, pertambangan dan kehutanan hingga pengembangan perkebunan murbai untuk kain sutra,” ujar Muhajir saat menghadiri kegiatan sosialisasi kebijakan penanaman modal di dalam negeri kepada dunia usaha dan non dunia usaha, kemarin.

Sosialisasi itu dilakukan dengan format diskusi yang diadakan di Garut dan Tasikmalaya pada tanggal 31 April dan 1 Mei 2013 serta dihadiri unsur Muspida dan kalangan dunia usaha berikut calon-calon investor dalam negeri serta BKPM Kabupaten Garut dan Tasik.

Khusus untuk pengembangan industri kain sutra, Muhajir menjelaskan bahwa sesungguhnya sejak dahulu Garut sudah terkenal sebagai daerah penghasil sutera, mulai dari bahan sutera hingga tenun sutera. Namun industri itu sempat mati suri sekian lama.

BeritaTerkait

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026

“Tapi sekarang ini industri tenun sutra Garut mulai bangkit dan hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan industri tenun di kawasan tersebut dalam satu setengah tahun terakhir. Saat ini, industri tenun Garut telah menunjukkan peningkatan dan inovasi yang berbasis kreativitas,” ujarnya.

Salah satu buktinya adalah peningkatan harga kain tenun di Garut. Jika sebelumnya harga kain tenun Rp 150.000 per meter, saat ini harganya meningkat menjadi Rp 500.000 per meter. Peningkatan ini terjadi setelah Komunitas Cita Tenun Indonesia (CTI) memberikan pelatihan kepada para pengrajin.

Menurut Ketua Perkumpulan CTI, Okke Hatta Rajasa, pihaknya sejak 2008 hingga 2012 telah melakukan pembinaan tidak hanya di Garut dan Majalaya, tetapi juga di daerah lainnya seperti Bali, Sumatera Selatan, Banten, Kalimantan Barat, dan Lombok (Nusa Tenggara Barat).

Karenanya, menurut Okke Rajasa, niat untuk mengembangkan industri sutra di Garut tersebut bisa mengembalikan kejayaan sutra garut yang pernah diakui secara luas di dunia internasional.

Saat ini pengembangan industri sutra alam Garut masih banyak terkendala oleh ketersediaan bahan baku ulat sutra. Karena keterbatasan bahan baku, para penenun sutra alam Garut masih mengandalkan pasokan bahan baku yang pada umumnya didatangkan dari Cina .

“Ini yang menjadi salah satu kendala dalam upaya pengembangan sutra alam di kita. Sulitnya pasokan bahan dasar juga mengakibatkan biaya proses produksi sangat tinggi,” ujar Muhajir seraya menambahkan bahwa agar para penenun sutera alam Garut dapat menghasilkan sendiri bahan baku produksinya yaitu sutera alam di Kabupaten Garut, salah satu caranya adalah dengan memperbanyak perkebunan murbai sebagai tempat produksi serat ulat sutra.

Sementara untuk wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya, Muhajir menuturkan, sangat cocok untuk pengembangan dan investasi bidang perdagangan serta jasa, disamping bidang UMKM dan bordir yang sudah banyak berjalan selama ini. “Untuk itu langkan BKPM mendata potensi daerah ini harus diparesiasi dan layak didukung semua elemen masyarakat setempat,” ujarnya.

Lebih lanjut Muhajir menuturkan bahwa berdasarkan Perpres No 90/2007 tentang BKPM, pasal 15 menyebutkan bahwa pengembangan potensi dan peluang penanaman modal di daerah dengan memberdayakan badan usaha melalui pembinaan penanaman modal. Dengan demikian, Muhajir menambahkan, sudah sepatutnya apabila pendirian BUMN mendapat perhatian dan pembinaan serta memberi kesempatan kepada mitra-mitra investor. (Sighar/yanti)

 

Page 1 of 2
12Next
Previous Post

Ayi Vivananda, Lepas Gerak Jalan Sehat dan Peduli Lingkungan Mandalajati

Next Post

Jalur Tutugan Leles Garut Macet Total

Related Posts

TNI-POLRI

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026
Ragam

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
TNI-POLRI

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026
TNI-POLRI

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026
TNI-POLRI

Penekanan Katim Wasev TMMD Ke-130 : Pentingnya Menjaga Solidaritas dan Kekompakan dengan Masyarakat

8 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026
Next Post

Jalur Tutugan Leles Garut Macet Total

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021