Garut, BEDAnews
Garut Family Care (GFC) adalah organisasi dukungan sebaya bagi para penyandang HIV/ AIDS yang ada di kabupaten Garut, didirikan sebagai bentuk dukungan kepada penyandang HIV/ AIDS, untuk menghilangkan stigma negatif kepada para pengidap HIV/ AIDS yang terlanjur dicap negatif oleh sebagian besar masyarakat.
Di GFC sendiri ada program kampanye For Life yaitu mengajak keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/ AIDS, salah satunya penyebaran informasi melalui program Garut Cerdas Terampil yang disingkat GARTCHESTER.
Program tersebut menurut ketua GFC, Linda Febriyanti, berupa penggalangan buku untuk perpustakaan, untuk menuju sebuah rumah buku. “Program ini baru berjalan 2 bulan, kita berharap masyarakat berdonasi dengan menyumbangkan buku–buku baik bekas ataupun buku baru," ungkapnya saat ditemui di kantornya.
Linda menambahkan, buku–buku tersebut bisa dibaca masyarakat tanpa dipungut biaya, sekaligus juga kepada para pembaca sedikit demi sedikit diberi pemahaman yang jelas tentang HIV/ AIDS.
GFC sendiri dalam program kampanye For Life tidak hanya dalam bentuk rumah buku, namun juga dilakukan melalui pentas seni seperti pagelaran band. Di Bandung sendiri sudah muncul komunitas seperti ibu–ibu yang memasak makanan untuk penderita HIV/AIDS misalnya, penggalangan baju–baju bekas untuk kemudian dijual dan dananya untuk pemberdayaan HIV/ AIDS.
Sementara Deni Girdiana, koordinator Program GARTCHESTER, berharap kedepannya dengan buku-buku yang terkumpul bisa mendirikan taman baca. “Semua itu masih dalam proses, tapi saya percaya hal–hal besar muncul dari hal–hal yang kecil,” ujar Deni.
Deni menuturkan, untuk saat ini Garchester masih fokus dalam buku saja, kedepannnya ruang lingkupnya lebih besar yaitu di dunia pendidikan yang nanti sasarannya ke mahasiswa dan pelajar juga ke kalangan anak usia dini.
Nantinya sosialisasi HIV/ AIDS bisa masuk juga ke tingkatan anak TK atau SD. Tentunya pola pendekatannya juga berbeda dengan orang dewasa, bentuk sosialisasinya misalnya dengan menggunakan pola–pola yang menyenangkan seperti media gambar misalnya.
Pertama program GARCHESTER dimulai, baru terkumpul 50 buku dari kalangan GFC sendiri, kebanyakan buku–buku yang tidak dipakai di rumah, semakin lama banyak masyarakat yang respect, akhirnya buku dari swadaya murni/ tidak ada funding ini, sekarang sudah terkumpul 200 buku, mulai dari komik, novel, buku cerita, dsb.
"Alhamdulilah ada seorang pejabat yang peduli, dia mempersilahkan buku yang dirumahnya untuk diambil semuanya, malah membeli buku baru kemudian dihibahkan kepada kita. Kedepannya kita ingin lebih banyak buku dan berdiri taman baca, dimana taman baca tersebut bisa digunakan sebagai sarana untuk berkumpul/ sharing, yang memunculkan ide ide kreatif," pungkas Deni. (Yuyus)












