Ekonomi

Gara-gara Salah Mantri, Pinjaman KUR Berubah jadi Pinjaman Umum

Garut, BEDAnews

Maksud hati ingin meminjam uang ke BRI dengan bungan rendah, namun apa daya pinjaman yang didapat malah pinjaman umum yang nilai bunganya sama saja dengan rentenir, walau jangka waktu pembayarannya dua tahun.

Hal itu dialami Er (33 thn) warga desa Cihuni kecamatan Pangatikan, Er sendiri meminjam ke BRI karena tergiur dengan program KUR yang berbunga rendah serta tanpa harus menggunakan agunan/jaminan untuk meminjam yang didapat oleh adiknya.

Awal Maret 2012, Er mendatangi BRI Cabang Wanaraja yang terletak di Jalan Raya Wanaraja Garut. Pertama datang sendiri, Er langsung dilayani oleh seorang customer service yang katanya bagian pinjaman.  

 

Kemudian setelah menceritakan maksud dan tujuan untuk meminjam uang dari program KUR, sang Customer service pun berjanji akan ada survey ke rumah Er. Namun setelah hampir 3 minggu menunggu, surveyor pun tidak muncul ke rumah Er, barulah setelah Er datang lagi ke BRI, sebulan kemudian surveyor dari BRI tersebut dating.

Setelah memberikan penjelasan mengenai pinjaman, surveyor BRI tersebut meminta jaminan dari Er, walapun sedikit bingung Er akhirnya memberikan jaminan berupa BPKB motor tahun 80 miliknya. Setahu Er untuk pinjaman KUR, BRI biasanya tidak meminta jaminan apapun.

Akhirnya akhir Maret 2012 pinjaman tersebut turun, nilainya Rp. 3 juta yang harus dibayar selama dua tahun dengan bunga Rp. 1,4 juta (Bunga KUR hanya Rp. 750 ribu), bayaran perbulannya sendiri sebesar Rp. 285.000 per bulan.

Salah seorang karyawan BRI yang melayani Er menyatakan, program KUR sedang di stop serta tanpa menjelaskan bentuk pinjaman tersebut pinjaman apa. Karena sedang membutuhkan, akhirnya Er pun menerima uang tersebut.

Atas yang menimpa Er tersebut, wartawan melakukan konfirmasi ke Kantor BRI Garut yang terletak di Jalan Ahmad Yani, karena kepala BRI sedang sibuk, maka wartawan diterima oleh Kamal bagian humas BRI, oleh Kamal sendiri wartawan dipertemukan dengan Elli, kabag AMBM BRI Garut, atas saran Elli, akhirnya wartawan menemui kepala Cabang BRI Wanaraja Dadang.

Dalam penjelasannya, Dadang mengungkapkan bahwa pada saat Er melakukan pinjaman ke BRI Wanaraja, saat itu mantri KUR BRI Wanaraja sedang mengikuti kegiatan pelatihan selama 1 bulan, sehingga Er diterima oleh mantri pinjaman umum, makanya pinjaman yang turun pun berbentuk pinjaman umum, namun untuk sekarang mantri KUR tersebut telah masuk kembali, sehingga pelayanan untuk pinjaman KUR dapat dilakukan.

Salah seorang nasabah KUR BRI menyatakan keheranannya atas kasus ini, "Masa hanya gara gara mantri saja, bentuk pinjaman jadi berubah seenak hati, itupun tanpa penjelasan yang lengkap kepada calon peminjam, seharusnya Bank sekelas BRI manajemennya tidak seperti ini, payah sekali, kamseupay." ungkapnya dengan nada tinggi. (Yuyus)

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close