Politik

Forum Syuhada: Aksi 313 Tidak Ada Kaitannya Dengan Pilkada

Jakarta, BEDAnews.com

Forum Syuhada Indonesia adalah sebuah organisasi islam yang terdiri dari berbagai elemen seperti Laskar Khadijah, Gerakan Pemuda Islam dan lainnya akan melakukan aksi pada Jumat 31 Maret 2017. Aksi tersebut juga mereka namainya aksi 313, adapun aksi tersebut menuntut beberapa hal diantaranya memperjuangkan akidah islam dan hak pribumi. 

Nining Hardiningsih Ketua Laskar Khadijah mengatakan, di zaman nabi perempuan sangat dihargai dan menegakkan islam. Perempuan juga berperan besar menjadi penasihat untuk perjuangan suaminya, anak anaknya maupun saudara saudaranya laki-laki. 

Maka dari itu, FSI mempunyai laskar yang dibentuk khusus untuk perempuan, belum lama ini kurang lebih 2 bulan yang lalu, saya menjabat sebagai ketua laskar khadijah. "Disini, sekali lagi saya tekankan kami tidak ada hubungannya dengan hiruk-pikuk pilkada, tapi apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk perjuangan kami, keimanan kami hanya kepada al quran," ujarnya saat menggelar jumpa pers di markas FSI, jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (30/03/2017). 

Lanjut Nining, saya sudah cukup dibuly dan itu adalah tahap pendewasaan, kita tidak akan besar kalau tidak dikritik. Sekali lagi saya tekankan gerakan kami tidak ada hubungannya dengan pilkada. 

"Kami komit pada kemajuan, kesejahteraan, dan kemaslahatan umat, juga kebangkitan pribumi menguasai di negerinya sendiri, bukan antek – antek asing atau cina," tutupnya. 

Sementara itu, Tokoh GPI Masum Bondowoso menjelaskan, ucapan yang dicanangkan oleh pimpinan FSI (Diko Nugraha) Insya Allah 100% betul, tidak ada hubungannya dengan partai politik manapun. Aksi aksi yang dilakukan saya melihat sendiri, mereka beraksi dengan murni memperjuangkan akidah islam yang sesungguhnya. 

"Saya dengar beberapa waktu lalu, saya bukan bagian dari organisasi ini, saya adalah orang tua yang pernah tinggal di sini yang selalu memonitor apa yang dilakukan oleh anak – anak dan adik – adik kami. Insya Allah FSI lahir cenderung terbentuk salah satu dari bentuk organisasi muda Gerakan Pemuda Islam," katanya. 

Menurut Masum, GPI beberapa tahun yang lalu terbentuk oleh salah satu almarhum yang tinggal di sini, sekali lagi saya tekankan GPI dari dulu basis organisasi yang melawan Partai Komunis Indonesia (PKI), InsyaAllah komando untuk menghadapi komunis tetap berlangsung  dari daerah kami (Menteng nomor 58) seperti pada angkatan tahun 1966. 

Senada dengan beberapa rekannya, Andri Said dari Laskar Muda Bugis Makasar (LMBM) mengungkapkan,

saya merupakan salah satu aktivis islam Sulawesi Tenggara yang memberi dukungan penuh kepada FSI, saya melihat beberapa aksi gerakan mereka sangat murni hanya satu tujuan adalah pendekatan supremasi hukum. 

"Karena saya melihat yang nyata hari ini bahwa pendekatan supremasi hukum hari ini keadilan itu cuma dapat dilihat orang buta dan didengar orang tuli. Dengan hadirnya FSI hari ini kami sebagai aktivis HAM Sulawesi Tenggara bersama – sama untuk kedaulatan NKRI agar tidak terpecah belah," ujarnya. 

Lebih lanjut Andri menerangkan, saya dari LMBM alhamdulillah untuk aksi 313 besok di gedung DPR/MPR didaulat menjadi jenderal lapangan. Semua kegiatan aksi besok dibawah tanggung jawab saya kita saksikan kita akan melakukan aksi dengan sangat damai. 

"Kenapa aksi ini terus berlanjut? Ada rasa gerah dalam hati ada rasa tidak suka dalam peragaan aparatur negara terkesan mengabaikan aksi aksi yeng pernah kita lakukan sebelumnya," katanya. 

Andri menambahkan, aksi berlangsung karena tidak ada tanggapan yang serius dari pemerintah makanya kita coba mendesak lewat DPR/MPR. Karena MPR/DPR fungsinya adalah mendengarkan aspirasi – aspirasi kami dan mudah – mudahan DPR/MPR bisa mengabulkan apa yang kami harapkan.  

"Ini adalah bentuk hoax yang direkayasa dan diviralkan oleh kelompok – kelompok yang merasa terganggu akan gerakan masif kepung DPR dengan tema aksi bela pribumi," tutupnya. (Jhon)

Baca Juga  OPD Diminta Prioritaskan Program Kerja Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close