“Raja Ampat adalah salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Penambangan nikel di daerah ini akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang tidak dapat diperbaiki dan berdampak pada generasi selanjutnya,” kata Zainuddin Arsyad, Ketua Umum FABEM, melelui keterangannya, Sabtu (7/6).
*Aksi FABEM*
FABEM mengajak seluruh elemen anak bangsa untuk bersatu padu membela alam dan menolak rencana penambangan nikel di Raja Ampat. “Kami percaya bahwa lingkungan hidup adalah warisan berharga yang harus dijaga dan dilindungi untuk generasi selanjutnya,” tambah Zainuddin Arsyad.
Wakil Ketua Umum Bidang Kerjasama Antar Lembaga & Bidang Hukum, Tody Ardyansah Prabu S.H, siap mengawal dan mengkonsolidasikan gerakan penolakan tambang nikel di Raja Ampat. “Kami akan bekerja sama dengan organisasi lain dan masyarakat untuk memperkuat gerakan ini dan memastikan bahwa lingkungan hidup di Raja Ampat tetap terjaga,” kata Tody Ardyansah Prabu S.H. (Red).













