“Setelah (webinar) ini kita ada rencana akan memberikan rekomendasi ke pemerintahan, nanti kita adakan evaluasi terhadap kegiatannya lagi. Kita ajukan rekomendasinya, bagaimana respon pemerintah. Terutama tentang dana yang tidak merata itu,” ungkapnya.
Menurutnya, tingkat pemerataan menjadi tantangan dan kendala yang banyak muncul dalam pembahasan. Hal itu terjadi karena memang kemampuan perguruan tinggi di daerah itu berbeda-beda. Jadi tidak bisa menggunakan Jakarta Sentris. Pada akhirnya banyak dana yang mengendap tidak terserap.
“Banyak dana yang tidak terserap karena banyak (juga) perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar yang dibutuhkan oleh itu (program MBKM),” tuturnya.
Pada dasarnya, Dekan FISIP Universitas Jayabaya ini mengakui program MBKM memiliki tujuan untuk menciptakan lulusan dan sumber daya manusia yang unggul, serta memberikan peluang dan kesempatan bagi mahasiswa mengembangkan diri dalam menghadapi dinamisasi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi.













