Ia menambahkan, sepak bola memiliki kekuatan besar untuk mempertemukan orang-orang dari berbagai daerah. Perbedaan asal, suku, dan lingkungan justru dapat disatukan melalui permainan yang sama.
“Dari 16 provinsi mereka datang sebagai anak-anak daerah, tetapi di lapangan mereka menjadi satu sebagai anak Indonesia. Semangat yang sama kemudian kita bawa keluar lapangan melalui aksi kemanusiaan ini,” ujarnya.
”Soekarno Cup pun menempatkan sepak bola sebagai ruang pembentukan karakter. Kompetisi menjadi sarana bagi generasi muda untuk belajar tentang sportivitas, disiplin, persatuan, sekaligus kepedulian sosial,” pungkas Anang Maruf. (*)













