Sekolah dasar Bontosila di atas tanah masyarakat yang bernama pak Darmawan, sekaligus kepala sekolah. Pak Darmawan adalah guru yang sangat mencintai anak-anak, Pak Darmawan memiliki semangat untuk
mendirikan sekolah darurat bagi anak-anak yang tinggal di sekitaran desa bontosila, maka terbangunlah sebuah sekolah yang di namakan Sekolah Dasar Bontosila terbuat dari dinding papan dan atap rumbiya serta berlantai tanah dan fasilitas sekolah seperti papan tulis terbuat dari papan kayu, bangku-bangku pun masih terbuat dari pohon kelapa.
Pak Darmawan tidak memiliki anak, maka Pak Darmawan mengadopsi anak yang bernama Candra dan Gendis. Candra usia 11-12 tahun dan Gendis 9-10 tahun, Candra dan Gendis ini adalah bersaudara, sejak kecil umur 5 tahun telah dititipkan kepada Pak Darmawan untuk di asuh karena ibu dan bapaknya berangkat keluar negeri menjadi TKI di hongkong, bapak dan ibu Candra dan Gendis sudah hampir 10 tahun tidak pulang-pulang, di belakangan diketahui bapak dan ibu Candra telah meninggal karena covid-19, sedangkan Candra dan Gendis tetap bersemangat meraih cita-citanya menjadi anak yang berbakti pada kedua orang tuanya.













