Salah satu keunggulan utama film ini adalah penggunaan teknologi Extended Reality (XR) secara masif—yang pertama dalam sejarah perfilman Indonesia. Teknologi ini memungkinkan penggabungan dunia nyata dan virtual secara lebih imersif, menciptakan kualitas visual yang sebelumnya belum pernah dihadirkan di layar lebar nasional.
Proyek ini merupakan hasil kerja keras selama lebih dari lima tahun, melibatkan ratusan talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Kolaborasi besar ini menjadi bukti keseriusan industri kreatif dalam mendorong kemajuan perfilman nasional.
Dedikasi Ratusan Kreator di Balik Layar
Di balik kemegahan visualnya, Pelangi di Mars menyimpan kisah dedikasi dan semangat kolektif para kreator. Produser Dendi Reynando mengungkapkan momen emosional yang ia alami saat bertemu salah satu animator dalam ajang JAFF Market.











