Kegiatan diawali dengan ibadah singkat dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Panitia FERT, Direktur Bimas Kristen Kementerian Agama RI, serta Bupati Tolikara.
Dalam sambutannya, Bupati Tolikara Willem Wandik menegaskan bahwa festival tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat identitas budaya, nilai-nilai religi, kebersamaan, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Iman memberikan arah, sementara budaya memberikan akar,” ujar Willem Wandik.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan selama festival berlangsung. Menurutnya, keramahan masyarakat serta suasana yang aman menjadi bagian penting dalam membangun citra Tolikara sebagai daerah yang terbuka bagi masyarakat dan wisatawan.













