Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, KONI, dan pengurus cabang olahraga menjadi kunci utama.
“Koordinasi harus diperkuat agar seluruh kebutuhan, termasuk anggaran revitalisasi, dapat terpenuhi sebelum pelaksanaan Porprov,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam pembinaan olahraga, dengan memanfaatkan dukungan sport science dari perguruan tinggi seperti UPI dan ITB.
Akses terhadap data dan kajian ilmiah dinilai penting untuk melahirkan atlet berprestasi secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Farhan menilai, prestasi olahraga merupakan puncak dari seluruh proses pembinaan yang panjang, mulai dari latihan intensif hingga dukungan keluarga.
Oleh karena itu, prestasi harus menjadi target utama sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras para atlet.












