Ia menjelaskan bahwa, pengawasan berbasis partisipasi publik melalui media sosial memungkinkan pemerintah memantau kualitas makanan, standar gizi, serta distribusi program secara lebih cepat dan luas dibandingkan mekanisme pengawasan konvensional.
“Jika ada kekurangan di lapangan, kami ingin tahu secepat mungkin. Medsos adalah kanal tercepat bagi kami untuk menerima laporan tersebut,” pungkasnya.
*Sejalan dengan Misi F-JUPNAS GIZI*
Bagi F-JUPNAS GIZI, pernyataan tersebut memperkuat relevansi keberadaan forum yang dibentuk oleh para jurnalis, akademisi, ahli gizi, peneliti dan pemerhati ketahanan pangan nasional.
Forum ini hadir untuk memperkuat jurnalisme berbasis data dalam isu pangan dan gizi, sekaligus mengawal implementasi MBG agar berjalan transparan, tepat sasaran, serta benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia.












