Perubahan paling besar dirasakan para petani. Jika sebelumnya mereka harus memutar sejauh 3 hingga 4 kilometer untuk mengangkut hasil panen, kini jarak tempuh itu terpangkas hampir setengahnya.
“Mayoritas warga di sini bekerja sebagai petani. Biasanya, untuk mengangkut hasil panen, mereka harus memutar sekitar 3 hingga 4 kilometer. Dengan adanya jembatan ini, jarak tempuh menjadi jauh lebih dekat dan aksesnya juga lebih mudah,” kata Kades Purworejo Riadi saat ditemui di lokasi jembatan, Selasa (11/8/2026).
Riadi juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan Jembatan Garuda. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas bantuan pembangunan Jembatan Garuda di sekitar Cangkring, Desa Purworejo. Jembatan ini sangat-sangat diperlukan oleh masyarakat,” ujarnya.













