Menurut dia, tingginya antusias masyarakat tidak lepas dari kesulitan yang harus mereka hadapi sebelum dibangunnya Jembatan Garuda.
“Di berbagai daerah, banyak kita jumpai masyarakat itu dulunya harus memutar jauh hingga ada yang hampir sepuluh kilometer untuk beraktivias sehari-hari. Bahkan ada pula masyarakat yang harus menyeberangi sungai karena ketiadaan jembatan,” jelasnya.
Kini, jembatan yang dahulu menjadi titik kekhawatiran telah berubah menjadi jalur harapan. Sebuah infrastruktur sederhana yang tidak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menghubungkan kembali aktivitas, ekonomi, serta masa depan warga Desa Purworejo dan sekitarnya. (Red).













