Menurutnya, Kota Bandung harus bergerak menuju pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Bukan hanya angkut dan buang, tapi olah dan manfaatkan potensi sampah itu sendiri,” katanya.
Erwin menjelaskan, pemerintah terus memperkuat pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa kawasan Kota Bandung.
Salah satunya, TPST Tegallega dikembangkan untuk mengolah sekitar 25 ton sampah per hari menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) yang digunakan industri semen.
Sedangkan TPST Nyengseret sudah mulai beroperasi dan terus meningkatkan kapasitas, sehingga berhasil mengurangi sampah yang masuk ke TPA dari wilayah sekitarnya.
Di Gedebage disiapkan TPST dengan kapasitas besar dan ditargetkan mampu mengurangi hingga 60 ton sampah per hari jika beroperasi optimal.













