“Bandung sudah mengubah paradigma dari pendekatan menjadi eco-sentris. Semua urusan kita kedepankan kolaborasi dan gotong royong,” katanya.
Erwin memaparkan, empat bentuk nyata gotong royong yang dapat dilakukan di Kota Bandung, yaitu:
* Kegiatan kebersihan lingkungan seperti kerja bakti, penghijauan, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat;
* Kegiatan sosial kemasyarakatan seperti bantuan untuk warga yang membutuhkan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan penguatan ketahanan pangan;
* Pemeliharaan fasilitas umum seperti perbaikan jalan, saluran air, sarana olahraga, dan pendidikan;
* Penguatan nilai kebersamaan melalui kegiatan budaya, olahraga, dan keagamaan di tingkat RW dan kelurahan.
Ia juga mengungkapkan rencana Pemkot Bandung untuk memperluas program Prakarsa (dulu bernama PIPPK) di seluruh kelurahan pada 2026 sebagai wadah kolaborasi masyarakat di tingkat RW.













