Dede yakin, Pramuka tetap pada jalurnya yakni kerelawanan yang besar dalam membantu masyarakat.
“Pramuka harus menjadi keteladanan. Tetap ‘stay’ dalam kerelawanan itu, Pramuka di era digital. Contohnya, ada got mampet, muncul di Twitter, banyak komen ini itu, tetapi Pramuka dengan menggerakkan kepeduliannya yakni dengan cara membersihkan,” bebernya.
Sedangkan Rektor UIN Sunan Gunung Djati, H Mahmud mengaku akan terus mendorong kegiatan Pramuka di kampus. Karena ia yakin, Pramuka sebgaai penggerak sosial yang positif.
“Saya minta kepada dekan untuk mengintruksikan agar masuk gerakan Pramuka. Ketika mahasiswa berada dalam gerakan Pramuka, maka akhlaknya bagus, kemandiriannya teruji dan prestasi belajar bagus. Tinggal bagaimana Pramuka menyesuaikan situasi kondisi yang ada sesuai kajian bentuk kegiatan,” harapnya. (Alief)












