Menurut Oded, yang perlu dipahami yakni perlu adanya kolaborasi antara pemuda dengan pemerintah. Ia yakin, kolaborasi mampu memajukan gerakan yang telah diprogramkan, khususnya kegiatan sosial.
“Perlu ada penguatan kolaborasi dalam membangun network. Pramuka harus melek teknologi, ini sebagai pendukung untuk kolaborasi dan inovasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat, Dede Yusuf menyampaikan, keberadaan Pramuka di era mileneal merupakan penggerak di bidang sosial. Artinya, dengan teknologi sebagai pendukungnya, Pramuka harus tetap bisa menggerakkan jiwa dan raganya untuk membantu.
“Keberadaan Pramuka sebagai kesadaran untuk lebih peka terhadap kepedulian sosial. Saya yakin ini semakin besar,” katanya.












