Bandung, BEDAnews.com
Prof.Dr.Endin Nasruddin adalah sosok yang kontroversial dan penuh sesasi. Dia tak pernah berhenti bertempur dalam hidupnya. Dia pribadi yang ulet dan tak pernah patah arang apalagi pesimis berdiam diri tanpa kreasi meski ambisi yang idamkan tak bisa diraih.
Dalam pemilihan rektor UIN SGD Bandung, dia telah dua kali (2011 dan 2015) mengadu nasib, meraih impian merasakan empuknya kursi rektor.
Ketika suksesi rektor 2011, Endin tak bisa meraih ambisinya menjadi no.1 di UIN Bandung, Ia terjungkal, bersama calon lainnya dan yang terpilih kala itu Prof Nanat.
Mantan Dekan Psikologi ini,menghilang dari peta politik kampus , dia berkelana dan beraktifitas di luar membangun jaringan dan koneksi sosial politiknya.
Ditengah kondisi kampus tidak menentu, penuh gonjang ganjng, trik dan ambisi, karena Rektor Deddy Ismatullah di copot dari jabatanya oleh Menag. Endin Nasruddin, muncul di suksesi rektor 2015, dengan tekad kuat, bermodalkan lobi-lobi politiknya, dia, membangun jaringan dan simpati publik kampus, terutama para guru besar. Endin tampil optimis dan meyakinkan, masuk bursa calon rektor menghadapi 2 calon rektor Prof.Mahmud dan Prof Supiana.
Tapi, Lagi-lagi nasib mujur belum berpihak kepada Endin, ia tumbang lagi dengan membawa 13 suara ditingkat senat.
Apakah suksesi rektor berikutnya sang Profesor akan bertarung lagi? Jawabanya, Tunggu saja tanggal mainnya!.(HR)













