Dia menyesalkan terus menerus dilakukannya “manipulasi persepsi” di ruang publik, di mana masyarakat dicecoki hasil lembaga survei yang menokohkan seseorang berdasarkan dari tingkat popularitas dan elektabilitasnya.
“Sorry to say, ruang publik kita selama ini sudah dipermainkan oleh berbagai lembaga survei. Saya lihat Airlangga Hartarto tidak terpengaruh oleh hal itu. Prinsipnya, dia fokus bekerja, melaksanakan amanat presiden, berupaya maksimal meningkatkan ekonomi masyarakat dan perekonomian negara. Bagi saya itu yang jauh lebih penting dibanding melakukan pencitraan untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas di survei,” papar Emrus Sihombing. (Red).













