“Ada penelitian yang menunjukkan 59% wanita mau berusaha mengembangkan pengetahuan dan keahliannya untuk mencapai tujuan berkarir, lalu sebanyak 55% data diketahui sebagian wanita cukup puas dengan tingkatan karirnya,” ujar Neng.
Terwujudnya peran wanita berkesempatan memegang amanah sebagai pemimpin membawa dampak positif lebih baik, permasalahan akan kesetaraan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara wanita dan pria.
“Dengan demikian, antara pria dan wanita memiliki akses yang sama dalam mencapai sebuah peran kepemimpinan,” terang Neng.
Kini wanita mampu memberikan suara untuk berpartisipasi dan bersinergi dalam berbagai hal pembangunan, ini sebuah kebijakan yang bisa memperoleh manfaat dari kesetaraan gender yang adil.
“Kini saatnya para wanita maju untuk bisa memiliki peran penting dalam kepemimpinan, tidak salah jika wanita menjadi seorang pemimpin,” pungkasnya.**













