Ia menjelaskan bahwa, lingkungan pergaulan memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang anak. Lingkungan yang positif akan mendorong anak mencari konten yang bermanfaat di internet. Sebaliknya, lingkungan yang buruk dapat menyeret anak ke konsumsi konten negatif di media sosial. Karena itu, ia menekankan pentingnya kepedulian orang tua dalam memantau pergaulan anak.
Roki juga menyoroti temuan tulisan tertentu pada senjata pelaku dalam kasus bom SMAN 72, yang menurutnya menunjukkan adanya pola ajaran terselubung.
Ia menduga pola-pola tersebut masih berkembang, termasuk pola penyamaran yang kerap diajarkan dalam jaringan NII.
“Terorisme itu seperti ketapel dan tsunami tidak terdeteksi, tapi ketika muncul dampaknya sangat besar,” ujar Roki.












