Menurutnya, rendahnya partisipasi tersebut juga berkaitan dengan minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri pada sektor formal yang masih terbatas. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah warga Kalimantan Selatan yang bekerja ke luar negeri tercatat sekitar 400 orang dalam setahun, sementara sebagian lainnya masih bekerja melalui jalur informal dan bahkan memilih jalur nonprocedural alias ilegal.
Dijelaskan Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini, salah satu kendala dalam pelaksanaan program SMK Go Global adalah kesiapan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang belum memenuhi standar yang dipersyaratkan. Padahal, program tersebut membutuhkan sistem pendidikan dan pelatihan yang terstruktur, termasuk fasilitas asrama, serta kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.













