“Masyarakat kita ajak untuk berpartisipasi aktif, untuk mewujudkan demokrasi yang ideal dan bersama-sama mengampanyekan anti politik uang,” katanya.
Menurut Kusfitria yang akrab disapa Bunda Pipiet, terkait dengan program utama Koruki yakni pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, maka sosialisasi pengawasan pemilu ini juga masuk menjadi bagian program literasi kewarganegaraan di mana masyarakat memang harus memiliki kemampuan untuk memahami dan mampu mengelola potensi diri, dalam hal ini terkait kesadaran berdemokrasi masyarakat.
“Harapannya, dalam agenda sosialisasi maupun diskusi yang akan digelar secara berkala juga bisa memunculkan ide gagasan maupun kritik membangun dari masyarakat demi penyempurnaan sistem demokrasi di negara kita,” ujarnya. (Ar).













