Melalui ecoprint, para mahasiswa mengajak anak-anak panti asuhanv untuk mengenal cara memanfaatkan aneka daun dan bunga di lingkungan sekitar menjadi karya batik alami yang berwarna-warni. Warna dan motif yang dihasilkan dari beragam daun diibaratkan sebagai simbol keragaman masyarakat Indonesia, meski berbeda bentuk dan warna, semuanya dapat disatukan menjadi kain yang indah dan harmonis. Pesan inilah yang diangkat sebagai nilai moderasi beragama: menghargai perbedaan, menumbuhkan rasa saling menghormati, dan menjaga kerukunan antarumat beragama dalam satu kesatuan bangsa. Selain praktik ecoprint, peserta juga diajak berdiskusi tentang pentingnya sikap moderat, toleran, dan anti kekerasan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, melalui media kreatif dan edukatif seperti ecoprint, anak-anak dapat memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang perlu dirawat bersama, sebagaimana merawat keindahan alam sekitar.













