• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Dulu Pangulinan Sekarang Perumahan, Dulu Pangojayan Sekarang Pembuangan Limbah

Dulu Pangulinan Sekarang Perumahan, Dulu Pangojayan Sekarang Pembuangan Limbah

Ki Agus by Ki Agus
30 Januari 2022
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KAB. BANDUNG || bedanews.com — Membuka lembaran masa lalu dengan mengingat kegembiraan masa kecil, tidak ada yang memungkiri kebahagiaan saat itu. Sungai Citarum jadi tempat melepaskan penat, untuk berenang, mencari ikan, belut, katak hijau, lele, gabus, bahkan menjadi sarana memancing masyarakat. Semua bisa bersuka cita mengisi waktu liburan.

Juga setiap lahan kosong bisa dipergunakan untuk sarana kaulinan (bermain) anak-anak dan dewasa. Baik itu bermain sepak bola, kasti, sorodot gaplok, petak umpet, sumput beling, oray-orayan, lompat tali, keprokan, sondah, balap lari ban motor bekas, dan permainan lainnya, bisa dilakukan suka cita hingga menjelang Maghrib.

Setelah bermain mandi di air pancuran atau sumur lalu mengaji di mushola yang hanya diterangi cahaya lampu minyak tanah tempel hingga bada Isya. Selanjutnya menghapal pelajaran sebelum pukul 21.00 WIB malam untuk tidur.

Kadangkala sebelum tidur masih menyempatkan diri menangkap jangkrik, untuk dilombakan suaranya di keesokan harinya bersama teman-teman lain. Dan jahilnya, kucing liar atau peliharaan sengaja dipotong kumisnya sebagai alat penggelitik jangkrik agar mengerik.

BeritaTerkait

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026

Jenis makanan yang dikonsumsi pun sederhana dan murah meriah, seperti, ongol-ongol, urab sampeu sambel oncom, urab kangkung, putu mayang, puteri noong, nagasari, katimus, buah jamblang ditaburi gula putih, dan makanan lainnya yang bisa sangat terjangkau harganya.

Tapi semua tinggal cerita yang tak mungkin bisa kembali. Hanya sebait kisah bahagia yang pastinya generasi sekarang tak akan mengalami kejadiaan tersebut. Sebab semua sudah berubah wujud. Lahan kosong sudah menjadi perumahan elite yang tak terjangkau harganya oleh masyarakat, sungai-sungai tak lagi menjanjikan bersih karena sudah terkontaminasi dengan racun limbah.

Bagaikan angin berhembus, masa lalu terasa tapi tak dapat diraba. Terkubur dalam laju perkembangan zaman, terseret diderasnya kebutuhan hidup, hingga tata krama terhadap alam seolah dikesampingkan. Dan masyarakat hanya mampu menatap dingin hilang gairah, seolah berat untuk melangkah serta tersekat saat mau berteriak. Alam sudah mulai hilang silaturahmi, persahabatan dengan alam kini hanya tinggal sebatas kata.***

Previous Post

Alumni HMI Prihatin dengan Kondisi Bangsa dan Negara Saat Ini

Next Post

Ganjar – Puan Mampu Mengantarkan Indonesia BERDAULAT dan BERDIKARI

Related Posts

TNI-POLRI

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026
TNI-POLRI

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026
TNI-POLRI

TNI Temukan Black Box MI-17, Kunci Penting Pengungkapan Penyebab Kecelakaan

7 November 2026
TNI-POLRI

Kepala Kampung Yamboi Apresiasi TMMD Ke-130, Berharap Program Bedah Rumah Terus Berlanjut

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Berbagi Kebahagiaan, Anak-Anak Kampung Yamboi Sumringah

7 November 2026
TAUZIAH-Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan saat memberikan Tauziah para Santri Ponpes Al-Barru saat Safari Subuh. (Foto Doc. Polres).
TNI-POLRI

Kapolres Wonogiri: Melalui Safari Subuh, Silaturahmi Semakin Erat

7 November 2026
Next Post
Teks foto: DPD Laskar Ganjar โ€“ Puan Lampung mengggelar Rakerda di Swiss Bell Hotel Lampung, Minggu (30/1/22), diikuti 15 DPC se-Provinsi Lampung dan dihadiri Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar โ€“ Puan, H. Mochtar Mohamad, Ketua Umum, Timur Kiemas, Sekjen, Nawang Andi Kusumah, Panglima, Ustad Syalim dan jajaran DPP. (Doc).

Ganjar - Puan Mampu Mengantarkan Indonesia BERDAULAT dan BERDIKARI

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021