Dubes RI untuk Ukraina juga menyatakan bahwa, kerjasama ekonomi merupakan prioritas dan meyakini target 5 milyar dolar AS untuk total perdagangan ASEAN-Ukraina akan tercapai mengingat total perdagangan Indonesia-Ukraina pada tahun 2020 saja mencapai 1,18 milyar dolar AS.
Selain itu, ia menyoroti inisiatif pembentukan Pusat Studi ASEAN yang rencananya akan diresmikan di Universitas Taras Shevchenko pada September 2021.
Diharapkan kehadiran pusat
studi tersebut akan memperkuat hubungan ASEAN, tidak hanya pada level Pemerintah, tapi juga pada “people to people contact”.
Sebelumnya, Dubes RI untuk Ukraina menjelaskan proses perjalanan dan perkembangan ASEAN sejak berdirinya hingga kini yang menjadi organisasi regional berpengaruh dengan
kekuatan ekonomi dan GDP gabungan mencapai sekitar 3 triliun dollar AS.













