“Sementara itu dua hal yang kita kerjasamakan. Jadi lebih kepada pemagangan mahasiswa kita. Jika MD Asssosiates ini memenuhi syarat untuk magang di Brunei, kemudian mungkin saja Brunei nanti memberikan kuliah umum kepada kami, yang sifatnya praktisi mengajar. Jadi mungkin bisa memberikan pemahaman bagaimana evaluasi di tingkat ASEAN, dan mungkin agak berbeda dengan evaluasi hanya di Indonesia,” tambah Rektor.
Pihaknya berharap, dengan kerjasama ini, dapat mengembangkan dua institusi ini, baik MD Assosiates maupun kampus.
“Dengan kerjasama ini kami mengharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan kami, benefitnya itu tadi dari magang dan perolehan ilmu dari kuliah umum dan sertifikasi profesi evaluasi aset,” papar Didin.
Sementara itu, Haji Mohd Don Omar selaku Prinsipal Consultant MD Assosiates mengungkapkan, pihaknya tertarik bekerjasama dengan USB YPKP meski belum begitu kenal.











