Subang, BEDAnews
Dua orang ABG baru lulus sebuah SMP di Binong Subang, berhasil melarikan diri, setelah kedua ABG ini merasa dirinya dibohongi karena sejak semula diimingi-imingi akan bekerja di salon tentunya dengan gaji yang lumayan, tetapi kenyataannya malah dipekerjakan sebagai pemijat plus-plus di daerah Jambi.
Kapolres Subang AKBP M. Awal Chaerudin melalui Kasat Reskrim AKP Darmono didampingi Kanit PPA Aiptu Joko S. saat dikonfirmasi, Selasa (19/6) menuturkan, “Mulanya kedua korban yaitu Riani Sapitri (15) warga Dusun/Desa Rancasari Pamanukan dan Putri Puspa Pertiwi (15) warga Kampung Mariuk II Desa Mariuk Kec. Tambakdahan berpamitan kepada orang tuanya masing-masing untuk sekedar makan-makan pada Sabtu (2/6) lalu, namun ternyata sudah tiga hari menghilang, hingga kedua orangtua masing-masing merasa cemas dan melaporkannya ke Mapolres.
Polres Subang berkoordinasi dengan Polda Jabar dan dugaan sementara keduanya korban traffiking, pada Minggu (17/6) orangtua Riani yaitu Kartini (58) mendapat telpon dari anaknya bahwa dirinya diculik bersama Putri dan meminta uang tebusan.
Kedua orangtua korban tentu menghubungi Polres, sedangkan kedua orang korban berhasil diselamatkan oleh anggota polisi dari Polda Jambi dan pelakunya berhasil diamankan.
Menurut Putri saat ditemui di Mapolres menuturkan saat sedang di rumah makan, ditemui oleh Nurlela warga Dusun Mariuk dan menjanjikan akan bekerja di salon dengan gaji yang lumayan.
Kedua korban tertarik dan tak curiga pada Nurlela karena masih satu kampung, tiga hari menginap di Jakarta dan esok harinya terbang ke Jambi. Di suatu tempat inilah keduanya dipaksa bekerja sebagai pemijat dan dari setiap tamunya dirinya kadang mendapat uang tip Rp. 20 ribu.
Berkat koordinasi Polres Subang dan Polda Jambi, akhirnya kasus traffiking ini berhasil diungkap. Guna pengusutan lebih lanjut, kini kasusnya ditangani Reskrim Polres Subang. [adang]












