
Dipaparkan Ilim dialog antaragama berperan sebagai kontrol sosial. “Dengan nilai-nilai yang diajarkan masing-masing agama, ritual, dan pelayanan yang dilakukan tokoh serta penganutnya, dapat dimaknai sebagai kontrol terhadap kebijakan pemerintah dan kehidupan sosial yang terjadi. Fungsi kontrol sosial ini terkadang disebut menentang atau challenge system,” tambahnya.
Dengan demikian, peran dan fungsi dialog antaragama bersifat dinamis, bergantung pada situasi, kondisi, dan arah yang dituju.Ia juga menyoroti kecenderungan para tokoh dan ilmuwan agama yang hadir dalam forum-forum dialog. “Jika dilihat dari beberapa pernyataan para tokoh atau ilmuwan agama yang hadir, kecenderungannya memperkuat persatuan sebagai bangsa dan warga negara dengan terus meningkatkan kualitas penganut agama masing-masing,” tutupnya.













