Dari hasil kajian dan analisanya, Ilim menyimpulkan Bahwa Interaksi Studi Agama-Agama dengan Artificial intelegence AI bagi yang sudah mengetahui atau yang telah menggunakan aplikasi (ChatGPT) memiliki variasi model. Model interaksi itu adalah konflik / pertentangan, independent, dialog dan integrasi. Temuan Model interaksi ini memperkuat teori interaksi Agama dan Sains menurut Ian Barbour. Walaupun interaksi SAA dengan teknologi AI itu memiliki beberapa model, model dialog menjadi penting, karena Keduanya berkontribusi dalam proses Pendidikan. Di satu sisi SAA mendidik anak bangsa melalui pengetahuan Agama-Agama, Di sisi lain, teknologi memberi informasi secara efektif. Dengan adanya dialog pengkaji agama-agama bisa berpikir kritis (critical thinking).













