Menurut dia, sudah menjadi kewajiban, sebagai orang Jawa, merasa terpanggil untuk wuri-wuri (mengikuti dari belakang perkembangan) adat budaya Jawa khususnya kesunanan Keraton Surakarta.
Untuk itulah, Ia terlibat aktif dalam seni kebudayaan Jawa, terutama seni kebudayaan yang berasal dari Kesunanan Surakarta.
“Nah, dengan diberikannya gelar, justru bertambah lagi rasa tanggung jawab untuk memberikan kontribusi yang lebih baik lagi daripada sebelum diberikan gelar. Karena gelar itu bukan unruk gagah-gagahan atau sekedar prestise, tapi disitu ada amanah yang harus diemban oleh penerima gelar itu sendiri,” terang Pak Djoe
“Makin tinggi gelar, ya tentu makin tinggi kontribusinya, kontribusi positif untuk wuri-wuri adat budaya Jawa yang sumbernya dari Keraton Kasunanan Surakarta itu,” tandas Pak Djoe.













