Simulasi tanggap bencana ini merupakan bagian dari upaya preventif. Minimal warga mendapatkan edukasi tentang bagaimana harus bertindak saat bencana, terutama gempa bumi terjadi.
“Target dari Pemerintah Kota Bandung, tadi Pak Didi menyampaikan, paling tidak 20 persen masyarakat teredukasi. Dari 20 orang itu, ya minimal ada 1 orang yang tahu bagaimana upaya untuk menghindari bencana,” katanya.
Iman merasa simulasi ini penting untuk dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Bandung. Namun, diperlukan perhatian anggaran untuk mendukung program tersebut. Iman menjamin DPRD Kota Bandung akan menyiapkan anggaran yang bisa dimanfaatkan tahun depan.
“Yang utama karena BPBD ini badan baru, kita pemerintah dengan DPRD menyiapkan anggaran yang mandiri di tahun 2026. Karena kalau sekarang di tengah jalan (masa tahun anggaran) belum memungkinkan badan itu untuk punya anggaran mandiri. Makanya tadi (BPBD) kerja sama dengan Dinsos, dengan kewilayahan juga, dengan dinas-dinas terkait. Kalau (bencana) itu berupa KLB (Kejadian Luar Biasa), itu sudah otomatis nanti akan pemerintah pusat juga akan turun tangan,” ujar Iman.













