Hasanuddin tak menampik adanya polarisasi di lingkungan pensiunan TNI dan Polri. Hal tersebut, kata dia, lumrah saja karena para pensiunan TNI dan Polri sekarang bebas menentukan aspirasi politiknya.
“Kalau dulu kan wajib mono loyalitas hanya kepada partai penguasa saja.
Di era demokrasi seperti sekarang ini pensiunan bebas masuk partai mana pun. Dan inilah konsekuensi dari berdemokrasi.
Tapi baik TNI maupun Polri aktif juga para purnawirawannya tetap kompak dan komitmen menjaga keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.
Sebelumnya soal polarisasi ini disinggung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam laman media sosialnya SBY mengatakan garis permusuhan ini pun bahkan telah menjangkiti di lingkaran persahabatan yang sudah terbangun lama termasuk lingkaran keluarga.













