Sukabumi, BEDAnews
Masalah kemacetan menjadi masalah utama bagi pemerintahan dan masyarakat kota Sukabumi. Apabila tidak ada penyelesaian dalam beberapa tahun ini, kota dengan luas wilayah hanya 48 km2 dan dengan jumlah penduduk sekitar 360 ribuan ini, terancam kehidupannya karena semua akses keluar kota, tertutup oleh kemacetan.
Sebagaimana diungkapkan oleh Walikota Sukabumi, M Muraz, bersama jajarannya dihadapan pimpinan dan anggota DPRD Jabar yang tengah melakukan kegiatan saba desa keliling Jawa Barat, Sabtu (20/7) lalu bertempat di Hotel Anugrah Sukabumi.
“Saya melihat kota Sukabumi ini mengkhawatirkan kalau tidak ada perubahan dalam lima tahun kedepan dibiarkan dan semua harus ikut bertanggung jawab, karena semuanya jadi terkurung, semuanya macet, lalu akan usaha apa 353 ribu penduduknya, karena kita sekarang ini tengah terkurung tidak punya jalan keluar,” ungkap Muraz.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan rombongan, Irfan Suryanagara, menyatakan untuk membantu pengembangan kota Sukabumi dengan menawarkan penyelesaian pembangunan beberapa jalan.
“Ketika kami bicara dengan BUMD yang menangani jalan tol, kami diberitahu pembangunan jalan tol sampai Lido baru akan selesai pada tahun 2015, maka kami berpikir Sukabumi harus segera dibebaskan dari kemacetan sehingga orang Jakarta tujuannya tidak hanya ke Bandung dan puncak, tetapi juga ke Sukabumi, seperti dulu lagi,“ tutur Irfan yang juga Ketua DPRD Provinsi Jabar.
Untuk itu pihaknya mendukung pembangunan beberapa jalan melalui program tahun jamak. “Jalan–jalan ini banyak manfaatnya dan perlu secepatnya dinikmati masyarakat,” ungkapnya. (Hermanto)











