BANDUNG, BEDAnews
Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. Irfan Suryanagara bersama para Wakil Ketua DPRD dan para Ketua Komisi serta beberapa Kepala Dinas Pemprov Jabar terkait, mengawali kegiatan tahun 2013, dengan melakukan kunjungan kerja pada program “DPRD Saba Desa”, selama 2 hari, Jumat dan Sabtu lalu.
Beberapa lokasi kegiatan pembangunan yang dikunjungi antara lain, lokasi pengurugan tanah dalam rencana pembangunan jalan Tol Cisumdawu di Tanjungsari Sumedang, serta ke sejumlah Desa di Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Majalengka.
Kegiatan DPRD Jabar saba desa, juga meninjau kegiatan pembangunan yang ditinjau di antaranya, rencana perubahan status PTS menjadi PTN untuk Universitas Sunan Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Desa Peradaban, Balai Pembibitan Unggas, Balai Pembenihan Palawija, pengadaan air bersih serta pembangunan Sport Center.
Terkait dengan hasil kegiatan kunjungan kerja tersebut, Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanagara dalam keterangannya kepada wartawan Senin (14/1) menyatakan dari berbagai proyek pembangunan yang hingga saat ini masih dalam tahapan proses menuju finalisasi seperti Jalan Tol Cisumdawu, Bandara Internasional Kertajati, diharapkan tahapan penyelesaiannya dapat tepat waktu sesuai dengan target waktu yang sudah dicanangkan.
Pembangunan jalan Tol CISUMDAWU (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) ini dimaksudkan selain untuk meningkatkan roda perekonomian di Jawa Barat juga dimaksudkan untuk mengurai kemacetan dan kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di daerah Cileunyi (Kabupaten Bandung) dan Tanjungsari serta Cadas Pangeran (Kabupaten Sumedang).
Tol sepanjang 60 km yang menelan biaya Rp 1,3 triliun ini, diharapkan sudah dapat diselesaikan pembangunannya sesuai dengan target waktu yang sudah direncanakan, meskipun pembangunannya hingga saat ini masih dalam tahap finalisasi.
Sedangkan rencana pembangunan Bandara Internasional Kertajati Majalengka, untuk tahun 2013 masih terfokus pada pembebasan lahan, mengingat sampai akhir tahun 2012 masih ada lahan yang belum selesai dibebaskan.
Kadishub Jabar, Deddy Taufik dalam keterangannya kepada wartawan di sela-sela peninjauan ke lokasi rencana pembangunan bandara menambahkan, di tahun 2013, alokasi dana disiapkan dalam APBD murni Provinsi Jabar sebesar Rp. 175 miliar. Dana tersebut, akan dipergunakan untuk pembebasan lahan seluas 102 Ha. Dana untuk pembebasan lahan akan dipergunakan untuk menuntaskan pembebasan lahan di dua desa yaitu Desa Sukamulya dan Desa Sukakerta.
Dana dari APBD Provinsi Jabar untuk pembebasan lahan yang sudah terealisasi mencapai Rp. 293 miliar. Melalui dukungan dana di tahun ini yang mencapai Rp.175 miliar sudah dihitung akan menyelesaikan pembebasan lahan seluas 102 Ha. Dari lahan yang dibebaskan tahun ini, sesuai dengan rencana pembangunan Bandara dipersiapkan untuk pembangunan landasan.
Melalui APBD murni tahun 2013, lahan yang sudah dibebaskan mencapai 749 Ha, dari target pembebasan lahan secara keseluruhan sebanyak 970 Ha. Dengan demikian, masih dibutuhkan dana untuk menyelesaikan sisa pembebasan lahan, dengan ditaksir mencapai Rp. 325 miliar.
Sejalan dengan rencana di tahun ini, melalui dana yang bersumber dari APBN dialokasikan dana sebesar Rp. 135 miliar. Dana tersebut akan dipergunakan untuk membangun runway (landasan) dengan panjang 4.000 meter dan lebar 20 meter. Ini merupakan runway terpanjang di dunia.
Setelah runway dibangun, dilanjutkan dengan pembangunan terminal. Diharapkan seluruh tahapan pembangunan Bandara dapat selesai tahun 2016 sehingga di tahun itu juga Bandara Internasional Kertajati dapat dioperasikan. (hermanto)











