Bandung, BEDAnews
Dengan rata-rata menghasilkan 23 Peraturan Daerah (Perda) setiap tahunnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mengklaim sebagai DPRD yang terproduktif di Indonesia, demikian dikatakan ketua DPRD Jawa Barat, Irfan Suryanagara kemarin di Bandung.
“Dari segi kinerjanya, DPRD Provinsi Jawa Barat merupakan DPRD yang terproduktif di Indonesia. Dari segi legislasi, kami telah menyelesaikan perda-perda dan rata-rata ada 23 per tahun, bahkan di tahun 2011 kami menyelesaikan 31 perda dan beberapa perda inisiatif termasuk Jaminan kesehatan masyarakat,” ungkap Irfan.
Menurut Irfan, Perda terakhir yang disahkan oleh DPRD Jawa Barat adalah Perda Jaminan Kesehatan Masyarakat. Ini merupakan salah satu dari perda inisiatif DPRD yang mengatur masyarakat miskin yang ingin berobat cukup datang ke rumah sakit dengan membawa e-KTP. “Ini perda yang pertama di Indonesia, bahkan pemerintah DKI datang ke kami untuk melihat penerapan perda tersebut," ungkapnya.
Irfan juga menjelaskan, saat ini DPRD Jawa Barat berencana membuat rancangan peraturan daerah (Raperda) Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Asal Jabar,s ebagaimana yang telah diterapkan NTB. Selain itu, DPRD juga akan terus melakukan pembangunan dalam segi pelayanan masyarakat, antara lain pendidikan, kesehatan dan infrastruktur pada tahun ini.
Pada kesempatan tersebut, Irfan juga menyatakan dalam masa jabatannya sejak tahun 2009, dari PAD Rp. 5,2 Triliun, sekarang sudah mencapai Rp. 9,8 Triliun. Artinya meningkat cukup signifikan begitu juga dengan volume APBD Jawa Barat, yang saat ini sudah mencapai Rp. 16 triliun hingga Rp. 17 triliun di tahun 2013. (hermanto)











