Bandung BEDAnews.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat merasa kecewa berat dan prihatin dengan penyelesaian pembangunan jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang sampai saat ini progres pelaksanaan pembangunannya dinilai masih cukup rendah.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat yang membidangi masalah pembangunan dan infrastruktur Drs. H. Daddy Rohanady. dalam pesan tertulisnya kepada BEDAnews. Rabu (21/2)
Dikatakannya, Komisi merasa kaget dan kecewa ketika meninjau pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, yang ternyata sampai saat ini progresnya masih cukup rendah, sehingga diperkirakan baru dapat selesai dan dapat dioperasionalkan pada tahun 2020 mendatang.
Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, lambatnya pembangunan Jalan Tol Cisumdawu yang menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan sangat tidak sejalan dengan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang dicanangkan beroperasional pada bulan Juni 2018 mendatang.
Pada saat meninjau lokasi pembangunan Tol Cisumdawu di Sumedang, ternyata Komisi tidak melihat progres yang signifikan.
Dady menilai, ada beberapa kendala lambatnya pembangunan Tol Cisumdawu, di antaranya soal pembebasan lahan yang berjalan lambat. Hal ini terjadi di Tahap I, di Fase I saja, misalnya, lahan baru 30%. Angkanya akan sontak menjadi 60% seandainya lahan di wilayah Jatinangor (Unpad) bisa selesai.
Soal pembebasan lahan itu memang tanggung jawab penuh Pemerintah Provinsi Jabar, sedangkan konstruksi/fisik bagian Pusat.
Politisi yang berangkat dari derah Pemilihan Cirebon Indramayu ini juga mengungkapkan, berdasarkan penjelasan pihak PT Jasa Sarana dilapangan mengatakan, bahwa akan ada pengalihan trase. Hal itu dikarenakan adanya pergerakan tanah pada trase(rute) semula. Demi menjaga keselamatan pengguna jalan, sehingga dilakukanlah pengalihan trase mulai dari fase 3-6. Dengan adanya perubahan trase ini tentu saja berdampak pula pada penyelesaian total pengerjaan Tol Cisumdawu.
Tol yang berada di sisi timur Jawa Barat ini diharapkan mempermudah aksesibilitas Jabar Selatan bagian Timur ke wilayah Pantura, khususnya akses menuju BIJB Kertajati.
Dady mengingatkan, hendaknya dalam menentukan trase baru mana yang akan dipilih, harus dilakukan detail engineering design (DED) lebih dahulu. Jadi, prosesnya memang masih membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Artinya, tidak mungkin pembangunan Tol Cisumdawu selesai bersamaan dengan pembangunan BIJB Kertajati, kata Daddy
Sebagaimana dikatakan Pihak Jasa Sarana yang menyatakan kemungkinan Tol Cisumdawu baru selesai pada tahun 2020 atau 2021 ,kata Daddy. @hermanto













