Di samping itu, tantangan dan permasalahan dalam transformasi SDM kesehatan di Kota Bandung antara lain kurangnya jumlah SDM kesehatan secara nasional karena suplai yang terbatas, khususnya pada program pendidikan dokter spesialis.
Selain itu, distribusi SDM kesehatan yang tidak merata di fasilitas puskesmas dan kurangnya pelatihan berbasis kompetensi menyebabkan ketimpangan jumlah tenaga kesehatan di beberapa fasilitas, sehingga berdampak pada beban kerja yang tidak seimbang di lapangan.
“Ada tenaga kesehatan yang harus menangani hingga 75 sampai 100 orang, padahal idealnya satu orang melayani sekitar 50 pasien. Kondisi over kapasitas ini tentu bisa memengaruhi etos kerja dan kualitas pelayanan,” ucapnya.
Ia menambahkan, permasalahan tenaga kesehatan tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pemberdayaan, tetapi juga keterbatasan jumlah tenaga yang tersedia. Oleh karena itu, DPRD Kota Bandung mendorong agar Pemerintah Kota Bandung dapat merencanakan dan mengatur ketersediaan SDM kesehatan dengan tetap memperhatikan kemampuan dan keseimbangan pos anggaran daerah.













