Sementara itu, Sekretaris Komisi II Asep Sudrajat menyoroti belum optimalnya penyerapan lulusan dari berbagai pelatihan yang merupakan hasil aspirasi reses.
“Saya melihat banyak pelatihan atau workshop hasil reses seperti pelatihan katering, barista, tata rias, dan sebagainya itu tidak terserap secara sepenuhnya. Saya meminta dinas dapat bersama-sama membantu dan memfasilitasi mereka,” tutur Asep.
Selain itu, Komisi II juga menyoroti kualitas penyerapan anggaran yang tidak hanya sebatas euforia seremonial saja. Kemudian Komisi II menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan harus benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat.
Pada penutup rapat, Komisi II memberikan apresiasi terhadap program-program unggulan dari setiap dinas. Namun, mereka juga mengingatkan untuk terus berkreasi dan berinovasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan, serta membantu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran demi terciptanya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kota Bandung.**












