Menurut Edwin, gerakan tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yang menekankan pentingnya pelestarian lingkungan hidup.
“Kita tahu bahwa kita tidak pernah lepas dari persoalan sampah, limbah dan banjir. Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergi antara warga dan pemerintah sangat penting untuk mengatasi masalah lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.
Lebih jauh, tidak hanya menjadi aktivitas fisik, kegiatan bersih-bersih ini juga merefleksikan nilai-nilai spiritual yang diajarkan oleh agama dan kearifan lokal. Selain itu, disampaikan pesan yang sarat makna tentang pentingnya menjaga keharmonisan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Yang jauh kita dekatkan, yang dekat kita kuatkan, yang sudah kuat kita eratkan, yang sudah erat kita saling mengharumkan, silih asah, silih asih, silih asuh. Panceg dina galur, akur jeung dulur, babarengan ngajaga lembur. Kita saling mendukung, demi kebahagiaan bersama dan kelestarian bumi kita tercinta,” ujarnya.













