Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat. “Sekolah menyiapkan waktu makan bersama, orang tua menanamkan kebiasaan makan sehat di rumah, dan masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan di lapangan,” tambah Juliarti.
Dari sisi teknis, Abdullah Kamil menyampaikan bahwa MBG juga menciptakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat yang terlibat aktif dalam program MBG. Ia menambahkan, bahan pangan MBG berasal dari warga lokal seperti ikan hasil tangkapan nelayan Sambas akan disalurkan ke dapur MBG melalui koperasi dan BUMDes.
“Tenaga operasional dapur MBG direkrut dari warga sekitar, sehingga tidak hanya meningkatkan status gizi anak-anak, tetapi juga memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ungkapnya.













