“Masih banyak anak yang berangkat sekolah tanpa sarapan cukup, terutama di wilayah pedesaan dan perbatasan. Melalui program Makan Bergizi Gratis ini, kita ingin memastikan setiap anak mendapatkan makanan bergizi yang layak,” ujarnya.
Daniel juga menambahkan bahwa MBG bukan hanya soal pangan, tetapi juga tentang pemerataan kesejahteraan. “Program ini menggerakkan ekonomi lokal, karena bahan pangan akan disuplai dari petani dan nelayan di sekitar wilayah pelaksanaan,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Juliarti Djuhardi Alwi menjelaskan bahwa MBG dirancang dengan konsep gizi seimbang. “Makanan yang disajikan harus memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral agar anak-anak tumbuh sehat dan cerdas,” jelasnya.













